KeutamaanWakaf di Bulan RamadhanDalam praktek pelaksanaan sedekah dalam bentuk wakaf, Allah tidak membebankan kepada ummat-Nya melebihi kemampuan masing-masing sesuai firman-Nya dalam surat Ath Thalaq ayat 7 :“Hendaklah orang yang mampu memberi nafkah menurut kemampuannya. Dan orang yang disempitkan rezekinya hendaklah Sebagai bagian dari surat Al-Baqarah, yaitu ayat ke 255 dari surat tersebut, ayat kursi dinilai sebagai salah satu doa yang memiliki derajat paling tinggi di antara surat-surat atau doa-doa lainnya. Ayat kursi merupakan doa yang selalu dibaca setelah salat. Selain karena memiliki keutamaan yang luar biasa, ayat kursi juga memberi makna bagi PuasaArafah adalah puasa sunnah muakkadah yang pahalanya luar biasa. Bagaimana niat dan tata cara, apa saja keutamaan dan kapan waktu pelaksanaannya untuk tahun 2021 ini? Berikut ini akan dibahas cukup lengkap mulai dari pengertian dan hukum, tata cara, niat puasa arafah, waktu dan keutamaannya. Semoga bermanfaat. POSKUPANG.COM - 5 Keutamaan Memberi Makan Orang Berpuasa di Bulan Ramadan, Apa Saja? Cek Yuk Ramadan adalah bulan kesembilan dalam kalender Islam, dan . DALAM Islam saling memberi hadiah sangat amat dianjurkan, Rasulullah ﷺ pun mengajarkannya. Dengan memberi hadiah ternyata dapat memberi pengaruh besar, salah satunya mempererat silaturahmi dan mempersatukan yang tadinya terpisah. Bisa dikatakan ini dapat memperbaiki hubungan satu sama lain. Berikut ada beberapa hal mengenai memberi hadiah yang jangan sampai kamu lewatkan! 1. Menerimanya dan Berusaha Membalasnya Sebagaimana yang dikatakan Aisyah ra, “Rasulullah ﷺ biasa menerima hadiah dan biasa pula membalasnya.” HR. Bukhari. Ini menunjukkan bahwa sebagai seorang muslim kita diajarkan untuk saling memberi hadiah satu sama lain, agar didapati rasa persaudaraan dan saling menghormati pemberian tersebut. Hal ini pun dapat memberikan rasa saling peduli satu sama lain. Hal ini pun membuat hati-hati tiap pemberi dan penerima merasa senang. BACA JUGA Sudahkah Anda Memberi Hadiah pada Tetangga? 2. Tetap Memberi Hadiah Walau Jumlahnya Sedikit Saking utamanya saling memberi hadiah, bahkan saat sedang dalam situasi tidak melimpah pun kita masih dianjurkan memberi hadiah. Maka tidak harus memberi suatu hal yang mahal atau besar, sedikit asalkan ikhlas pun insyaAllah menjadi amal kebaikan di sisi Allah SWT. Sebagaimana sabda Rasulullah SAW ﷺ, “Wahai para wanita muslimah, tetaplah memberi hadiah pada tetangga walau hanya kaki kamping yang diberi.” HR. Bukhari dan Muslim. 3. Menimbulkan Rasa Cinta Foto Unsplash Bukan hanya dianjurkan, tapi banyak juga hikmah dari saling memberi hadiah. Salah satunya adalah dapat menimbulkan rasa cinta. Bagaimana tidak, hal itu menunjukkan ada kepedulian dan rasa kasih sayang antara sesama muslim. Sebagaimana dari Abu Hurairah ra, Nabi Muhammad ﷺ bersabda, “Salinglah memberi hadiah, maka kalian akan saling mencintai.” HR. Bukhari Muslim. Sebagaimana juga dalam Islam diajarkan berjabat tangan, hal itu juga akan membuat hilangnya kedengkian. Begitu pun memberi hadiah, hal tersebut akan menghilangkan rasa kebencian satu sama lain. Hal tersebut tercantum dalam HR. Malik, “Saling bersalamanlah berjabat tanganlah, maka akan hilanglah kedengkian dendam. Saling memberi hadiahlah kalian, maka kalian akan saling mencintai dan akan hilang kebencian.” BACA JUGA Memberi Hadiah di Hajatan, Bagaimana Hukumnya? 4. Hendaknya Hadiah diterima, Janganlah ditolak Foto Unsplash Sebagai seorang muslim janganlah kita menolak pemberian seseorang. Karena bisa jadi hal itu melukai hati seseorang yang memberi. Maka kita bisa menghargai seseorang dan juga menerima hadiahnya. Karena kita pun harus tetap menjaga perasaan orang lain. Jangan sampai apa yang kita lakukan memberikan perasaan yang kurang nyaman. Sebagaimana sabda Rasulullah ﷺ, “Terimalah hadiah, janganlah menolaknya, janganlah memukul kaum muslim.” HR. Bukhari. Tetapi jika ada alasan yang jelas, maka boleh saja hadiah tersebut dikembalikan. Hal itu sebagaimana hadist Rasulullah ﷺ, beliau bersabda, “Bawalah pakaianmu ini kepada Abu Jahm dan bawalah untukku ambijaaniyahna Abu Jahm, sesungguhnya pakaian in telah melalaikan aku dari shalatku.” 5. Jangan Mengharap Hadiah Kita dikembalikan Dari Ibnu Abbas ra, Rasulullah ﷺ bersabda, “Orang yang meminta kembali hadiahnya seperti anjing muntah lalu menelan muntahnya sendiri.” HR. Bukhari dan Muslim. Tetapi berbeda halnya dengan seorang ayah, karena seorang ayah masih bisa mengambil kembali apa yang ia berikan kepada anak-anaknya. Hal itu tertera dalam hadits Abu Dawud, Tirmidzi dan Ibnu Majah. “Tidak halal bagi seseorang memberikan suatu pemberian kemudian ia memintanya kembali kecuali ayah pada apa yang ia berikan kepada anaknya maka boleh diminta kembali. Permisalan orang yang memberi hadiah lantas ia memintanya kembali seperti anjing yang makan, lalu ketika ia kenyang, ia muntahkan, kemudian ia menelan muntahannya.” Itulah beberapa keutamaan yang harus kita perhatikan. Adapun keutamaan yang lain adalah seperti jangan mengungkit-ngungkit pemberian. Adapun keutamaan memberi hadiah antara suami dan istri membuat semakin langgengnya pernikahan dan cinta keduanya. BACA JUGA Soal Memberi dan Menerima Hadiah, Ini yang Dianjurkan Nabi Bahkan di dalam Islam pun kita boleh memberi hadiah kepada non muslim dan boleh juga menerimanya. Begitulah keindahan yang ada dalam Islam. Semua diajarkan untuk saling menyayangi satu sama lain dan saling peduli serta ingat dengan saudaranya. SUMBER JAKARTA - Bulan Ramadan merupakan bulan yang baik untuk beramal shaleh agar mendapatkan pahala yang berlipat ganda. Salah satu amal shaleh yang biasa dilakukan yakni memberi makan orang yang berpuasa. Selama bulan puasa, tentu banyak sekali individu ataupun kelompok yang menyelenggarakan kegiatan bersedekah dengan memberi makan orang yang berpuasa, baik ketika di jalan umum ataupun di panti asuhan. Terdapat keutamaan memberi makan orang berpuasa, apa saja? Simak selengkapnya disini. Hadits Memberi Makan Orang BerpuasaRasulullah SAW bersabda yang artinya “Barang siapa yang memberi makan orang berpuasa, maka baginya pahala seperti orang yang berpuasa tanpa mengurangi pahala orang yang berpuasa sedikitpun.” HR. Ahmad.Berdasarkan hadis tersebut, Rasulullah SAW menerangkan bahwa siapapun yang memberi kekuatan melalui konsumsi makanan bagi orang puasa, maka akan mendapatkan pahala puasa. Memberi makan orang yang berpuasa disini boleh dengan makan malam, kurma ataupun seteguk air. Selain keutamaan mendapatkan pahala memberi makan orang berpuasa, terdapat keutamaan-keutamaan lainnya. Keutamaan Memberi Makan Orang Yang BerpuasaSeperti yang sudah disinggung sebelumnya bahwa, terdapat beberapa keutamaan bagi seorang muslim yang memberikan makanan untuk orang yang sedang berpuasa. Berikut ini 5 keutamaan memberi makan orang berpuasa. 1. Memperoleh doa makbul dari orang yang berpuasaRasulullah SAW pernah bersabda bahwasannya terdapat 3 orang yang doanya tidak pernah ditolak yaitu doa pemimpin yang adil, doa orang yang berpuasa ketika ia berbuka, dan doa orang yang terzalimi. Maka dari itu, ketika seseorang yang diberi makan mendoakan orang yang memberi makan sesungguhnya itu adalah doa yang terkabulkan. Baca JugaHanya 12 Jam, Ini Daftar Negara dengan Jam Puasa Terpendek di DuniaJadwal Buka Puasa Wilayah Makassar Hari Ini, Sabtu 25 Maret 2023Jadwal Buka Puasa Wilayah Serang Hari Ini, Sabtu 25 Maret 20232. Membuka jalan menuju surgaKeutamaan memberi makan orang berpuasa lainnya yaitu bisa membuka jalan menuju ke surga. Dengan banyak bersedekah dengan memberi makan orang berpuasa maka baginya surga. Dari Ali Rasulullah SAW pernah bersabda yang artinya, “Sesungguhnya di surga terdapat kamar yang bagian luarnya terlihat dari bagian dalam dan bagian dalamnya terlihat dari bagian luar.” Lalu seorang arab badui bertanya, “Untuk siapakah kamar tersebut wahai Rasulullah?” Rasulullah SAW menjawab, “Untuk orang yang berkata benar, yang memberi makan, dan yang senantiasa berpuasa dan shalat malam di waktu manusia tidur.” HR. Tirmidzi, nomor 1984.Dalam hadits lain juga disebutkan bahwa, dari Abu Hurairah Rasulullah SAW bersabda, قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ أَصْبَحَ مِنْكُمْ الْيَوْمَ صَائِمًا قَالَ أَبُو بَكْرٍ أَنَا قَالَ فَمَنْ تَبِعَ مِنْكُمْ الْيَوْمَ جَنَازَةً قَالَ أَبُو بَكْرٍ أَنَا قَالَ فَمَنْ أَطْعَمَ مِنْكُمْ الْيَوْمَ مِسْكِينًا قَالَ أَبُو بَكْرٍ أَنَا قَالَ فَمَنْ عَادَ مِنْكُمْ الْيَوْمَ مَرِيضًا قَالَ أَبُو بَكْرٍ أَنَا فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَا اجْتَمَعْنَ فِي امْرِئٍ إِلَّا دَخَلَ الْجَنَّةَArtinya Rasulullah SAW bertanya kepada para sahabat, “Siapakah diantara kalian yang hari ini puasa?” Abu Bakar berkata, “Saya.” Beliau bertanya lagi, “Siapakah diantara kalian yang hari ini sudah mengiringi jenazah?” Abu Bakar berkata, “Saya.” Beliau kembali bertanya, “Siapakah diantara kalian yang hari ini memberi makan orang miskin?” Abu Bakar mengatakan, “Saya.” Kemudian beliau bertanya lagi, “Siapakah diantara kalian yang hari ini sudah mengunjungi orang sakit?” Abu Bakar kembali mengatakan, “Saya.” Maka, Rasulullah SAW bersabda, “Tidaklah ciri-ciri tersebut terkumpul pada diri seseorang melainkan dia pasti akan masuk surga.” HR. Muslim nomor 1028.3. Mengantarkan ridha AllahRidha Allah dapat diperoleh dengan menggabungkan puasa, salat, dan sedekah. Sedekah dapat berupa memberi makan orang Rajab Al-Hambali rahimahullah dalam Lathaif Al-Ma’arif halaman 298, menyatakan bahwa puasa, salat, dan sedekah mengantarkan orang yang mengamalkannya pada Allah. Bahkan sebagian salaf berkata bahwa shalat mengantarkan seseorang menuju separuh jalan, puasa mengantarkan pada pintu raja, dan sedekah akan mengambilnya dan mengantarkannya pada Menambah keberkahan hartaTidak perlu takut untuk bersedekah karena tidak akan mengurangi harta yang dimiliki. Sebagaimana dalam HR. Muslim nomor 2588 yang artinya, “Sedekah tidaklah mengurangi harta.”Telah dijelaskan maksud dari hadis tersebut oleh Imam Nawawi rahimahullah bahwa harta tersebut akan diberkahi dan kekurangan harta akan ditutup dengan pahala yang berlipat ganda. 5. Menghapus dosaSelain mendapatkan pahala dan ridha Allah, bersedekah dalam bentuk memberi makan orang yang sedang berpuasa atau dalam bentuk lain juga bisa menghapuskan dosa. Sebagaimana Rasulullah SAW bersabda, “Sedekah itu dapat memadamkan dosa sebagaimana air dapat memadamkan api.” HR. Tirmidzi nomor 2616; Ibnu Majah nomor 3973Selain mendapat pahala memberi makan orang yang berpuasa, ternyata bersedekah dengan cara memberi konsumsi kepada orang yang berpuasa akan memperoleh doa makbul dari orang yang diberi makan. Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Editor Mia Chitra Dinisari Konten Premium Nikmati Konten Premium Untuk Informasi Yang Lebih Dalam Apa saja keutamaan sedekah sumur dan memberi minum air? Ini adalah judul dalam Sunan Abi Daud “Keutamaan Memberi Minum Air”. Ada hadits yang dibawakan berikut ini. Dari Sa’id bahwasanya Sa’ad mendatangi Nabi shallallahu alaihi wa sallam lalu bertanya, أَىُّ الصَّدَقَةِ أَعْجَبُ إِلَيْكَ قَالَ الْمَاءُ ». “Sedekah apa yang paling engkau sukai.” Jawab beliau shallallahu alaihi wa sallam, “Sedekah air.” HR. Abu Daud, no. 1679 dan An-Nasai, no. 3694; 3695; Ibnu Majah, no. 3684. Hadits ini tidak bersambung, Sa’id bin Al-Musayyib tidak bercumpa dengan Sa’ad bin Ubadah. Hadits ini punya syawahid atau penguat tetapi dhaif. Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa sanad hadits ini dhaif. Syaikh Al-Albani berpendapat bahwa hadits ini hasan dilihat dari jalur lain sebagaimana disebutkan dalam Shahih At-Targhib wa At-Tarhib, no. 962. Dalam riwayat An-Nasai disebutkan sebagai berikut, Dari Sa’id bin Al-Musayyib, dari Sa’ad bin Ubadah, ia berkata, يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنَّ أُمِّي مَاتَتْ أَفَأَتَصَدَّقُ عَنْهَا قَالَ نَعَمْ قُلْتُ فَأَيُّ الصَّدَقَةِ أَفْضَلُ قَالَ سَقْيُ الْمَاءِ “Wahai Rasulullah, sungguh ibuku telah meninggal dunia, apakah boleh aku bersedekah atas namanya?” Jawab Nabi shallallahu alaihi wa sallam, “Iya, boleh.” Sa’ad bertanya lagi, “Lalu sedekah apa yang paling afdal?” Jawab Nabi shallallahu alaihi wa sallam, “Memberi minum air.” HR. An-Nasai, no. 3694 dan 3695. Syaikh Al-Albani mengatakan bahwa hadits ini hasan dilihat dari jalur lainnya. Keutamaan sedekah sumur Dari Sa’ad bin Ubadah radhiyallahu anhu, ia berkata, يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنَّ أُمَّ سَعْدٍ مَاتَتْ فَأَىُّ الصَّدَقَةِ أَفْضَلُ قَالَ الْمَاءُ ». قَالَ فَحَفَرَ بِئْرًا وَقَالَ هَذِهِ لأُمِّ سَعْدٍ “Wahai Rasulullah, bahwasanya Ummu Sa’ad ibundaku meninggal dunia. Sedekah apakah yang afdal untuknya?” Nabi shallallahu alaihi wa sallam menjawab, “Sedekah air.” Lantas Sa’ad pun menggali sumur untuk ibunya, lalu ia mengatakan, “Ini sumur untuk Ummu Sa’ad ibundaku.” HR. Abu Daud, no. 1681. Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa sanad hadits ini dhaif. Syaikh Al-Albani mengatakan bahwa hadits ini hasan. Sedekah air mendapatkan rahiqul makhtum Dari Abu Sa’id Al-Khudri radhiyallahu anhu, ia berkata, Nabi shallallahu alaihi wa sallambersabda, أَيُّمَا مُسْلِمٍ كَسَا مُسْلِمًا ثَوْبًا عَلَى عُرْىٍ كَسَاهُ اللَّهُ مِنْ خُضْرِ الْجَنَّةِ وَأَيُّمَا مُسْلِمٍ أَطْعَمَ مُسْلِمًا عَلَى جُوعٍ أَطْعَمَهُ اللَّهُ مِنْ ثِمَارِ الْجَنَّةِ وَأَيُّمَا مُسْلِمٍ سَقَى مُسْلِمًا عَلَى ظَمَإٍ سَقَاهُ اللَّهُ مِنَ الرَّحِيقِ الْمَخْتُومِ “Muslim mana saja yang memberi pakaian orang Islam lain yang tidak memiliki pakaian, niscaya Allah akan memberinya pakaian dari hijaunya surga. Muslim mana saja yang memberi makan orang Islam yang kelaparan, niscaya Allah akan memberinya makanan dari buah-buahan di surga. Lalu muslim mana saja yang memberi minum orang yang kehausan, niscaya Allah akan memberinya minuman Ar-Rahiq Al-Makhtum khamr yang dilak.” HR. Abu Daud, no. 1682; Tirmidzi, no. 2449. Al-Hafizh Abu Thahir menyatakan bahwa sanad hadits ini dha’if dikarenakan dalam sanadnya terdapat perawi yang dikenal mudallis yaitu Abu Khalid Ad-Daalani. Hadits ini punya penguat yang juga dhaif sekali dalam riwayat Tirmidzi. Kenapa sampai air menjadi sedekah yang afdal? Abu Abdirrahman Syarof Al-Haqq Muhammad Asyraf Ash-Shidiqi Al-Azhim Abaadi, penulis kitab Aun Al-Ma’bud Syarh Sunan Abi Daud mengatakan, “Air dikatakan sebagai sedekah yang lebih utama karena kemanfaatannya sangat luas untuk urusan agama dan duniawi. Lihat Aun Al-Ma’bud, 376. Semoga bermanfaat dan sedekah sumur serta air dapat menjadi amal jariyah untuk kita semua. Baca Juga Keutamaan Sedekah Saat Wabah Corona Melanda Kisah Wanita Pezina yang Memberi Minum pada Anjing Referensi Aun Al-Ma’bud Syarh Sunan Abi Daud. Cetakan pertama, Tahun 1430 H. Abu Abdirrahman Syarof Al-Haqq Muhammad Asyraf Ash-Shidiqi Al-Azhim Abaadi. Penerbit Darul Fayha’. — Darush Sholihin, 24 Jumadal Ula 1442 H, 8 Januari 2021 Oleh Muhammad Abduh Tuasikal Artikel Bulan Ramadhan menjadi momen istimewa bagi umat muslim karena menjadi bulan penuh rahmat Allah. Di bulan ini pun, segala bentuk amalan ibadah akan dilipatgandakan pahalanya, termasuk amalan membaca Al-Quran. Tak hanya mendapatkan pahala berlipat, ternyata ada banyak keutamaan membaca Al-Quran di bulan Ramadhan ini. Artikel terkait 10 Manfaat Membaca Al-Quran yang Perlu Diketahui Keluarga Sebetulnya, saat tak Ramadhan pun umat muslim tetap dianjurkan untuk membaca dan mengamalkan kitab yang menjadi pedoman hidup umat muslim ini. Bahkan dikatakan pengandaian seorang muslim yang membacanya dalam hadits Muttafaq Alaih. “Perumpamaan orang mukmin yang membaca Al-Quran adalah seperti buah utrujjah; aromanya wangi dan rasanya enak. Orang mukmin yang tidak membaca AL-Quran adalah seperti kurma; tidak ada wanginya, tetapi rasanya manis, Orang munafik yang membaca Al-Quran adalah seperti tumbuhan raihaanah kemangi; aromanya wangi tetapi rasanya pahit, sedangkan orang munafik yang tidak membaca Al-Quranadalah seperti tumbuhan hanzhalah; tidak ada wanginya dan rasanya pahit,” HR. Bukhari-Muslim. Ramadhan sendiri merupakan momen pertama kalinya Al-Quran diturunkan secara berangsur-angsur. Oleh karena itu, membaca dan mentadaburi isinya amat dianjurkan bagi setiap umat Islam. Lalu apa saja keutamaan yang bisa didapatkan? Keutamaan membaca Al-Quran 1. Mendapatkan pahala berkali lipat Dalam hadits disebutkan bahwa berbagai amalan yang kita lakukan akan berkali lipat pahalanya asalkan disertai dengan niat yang baik. Niat yang dimaksud ialah keinginan untuk beribadah karena Allah, termasuk dalam membaca Al-Quran. “Pada malam pertama bulan Ramadhan syetan-syetan dan jin-jin yang jahat dibelenggu, pintu-pintu neraka ditutup, tidak ada satupun pintu yang terbuka dan pintu-pintu surga dibuka, tidak ada satu pun pintu yang tertutup, serta seorang penyeru menyeru “Wahai yang mengharapkan kebaikan bersegeralah kepada ketaatan, wahai yang mengharapkan keburukan/maksiat berhentilah”. Allah memiliki hamba-hamba yang selamat dari api neraka pada setiap malam di bulan Ramadhan.” Al Hadist. Artikel Terkait Yuk, baca doa anjuran dari Rasulullah agar terhindar dari berbagai penyakit 2. Mendapat ketenangan hati Membaca Al-Quran secara rutin membuat hati kita menjadi jauh lebih tenang. Sebagaimana yang telah Allah SWT sebutkan bahwasanya kalamullah bisa menjadi obat dari segala penyakit jiwa. وَنُنَزِّلُ مِنَ ٱلْقُرْءَانِ مَا هُوَ شِفَآءٌۭ وَرَحْمَةٌۭ لِّلْمُؤْمِنِينَ ۙ وَلَا يَزِيدُ ٱلظَّٰلِمِينَ إِلَّا خَسَارًۭا “Dan Kami turunkan dari Al-Qur’an sesuatu yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang yang beriman, sedangkan bagi orang yang zalim Al-Qur’an itu hanya akan menambah kerugian.” QS. Al-Isra [17] ayat 82 3. Keutamaan membaca Al-Quran bisa mendapat syafaat Bagi umat muslim yang rutin membaca dan mengkaji Al-Quran, Rasulullah SAW mengatakan bahwa Al-Quran yang ia baca akan memberikan syafaat di hari kiamat kelak. Hal ini sebagaimana yang diungkapkan dalam hadits berikut. اقْرَءُوا الْقُرْآنَ فَإِنَّهُ يَأْتِي يَوْمَ الْقِيَامَةِ شَفِيعًا لِأَصْحَابِهِ “Bacalah Al-Qur’an, sesungguhnya ia akan datang di hari kiamat memberi syafaat kepada pembacanya” Imam Muslim, Shahih Muslim, Beirut Dar Ihya’ Ihya’ al-Turats al-Arabi, tt, juz 1, hal. 553. 4. Berada bersama para malaikat Seseorang yang cinta pada Al-Quran dan senantiasa membacanya, akan Allah tempatkan bersama para malaikat-Nya. عَنْ عَائِشَةَ رضى الله عنها قَالَتْ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- الْمَاهِرُ بِالْقُرْآنِ مَعَ السَّفَرَةِ الْكِرَامِ الْبَرَرَةِ وَالَّذِى يَقْرَأُ الْقُرْآنَ وَيَتَتَعْتَعُ فِيهِ وَهُوَ عَلَيْهِ شَاقٌّلَهُ أَجْرَانِ » “Aisyah radhiyallahu anha meriwayatkan bahwa Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda “Seorang yang lancar membaca Al Quran akan bersama para malaikat yang mulia dan senantiasa selalu taat kepada Allah, adapun yang membaca Al Quran dan terbata-bata di dalamnya dan sulit atasnya bacaan tersebut maka baginya dua pahala,” HR. Muslim. Artikel Terkait 6 Amalan ibadah bagi perempuan haid di bulan suci Ramadhan, apa saja? 5. Menjadikan waktu lebih produktif Saat menjalani ibadah di bulan Ramadhan, alangkah baiknya kita memang mengisinya dengan berbagai amalan yang bernilai baik untuk bekal di akhirat. Kita tak pernah tahu, apakah di tahun selanjut kan kita masih akan berjumpa dengan Ramadhan, ataukah ini merupakan Ramadhan kita yang terakhir. Oleh karena itu, kita hendaknya menjalani bulan suci ini dengan ibadah secara maksimal, termasuk di dalamnya membaca dan mengkaji Al-Quran. 6. Diangkat derajatnya Allah SWT berjanji pada hambaNya bahwa siapa pun yang memuliakan Al-Quran akan diangkat derajatnya. Inikah yang disebutkan dalam hadits yang diriwayatkan dari Umar bin Khatab radiyalahu anhu, bahwa Rasulullah sholallahu alaihi wa salam bersabda. اَنّ اللّٰهَ يَرْ فَعُ بِهَذَ الْكِتَابِ أقْوَاماً وَيَضَعُ بِهِ آخَرِيْنَ “Sesungguhnya Allah Subhaanahu wata’ala mengangkat derajat beberapa kaum dengan Al-Qur’an ini dan merendahkann yang lain dengannya pula.” Nah Parents, itulah berbagai keutamaan membaca Al-Quran baik dalam kehidupan sehari-hari maupun saat Ramadhan. Mari mengisi waktu di bulan Ramadhan dengan amalan-amalan positif seperti membaca dan mengkaji Al-Quran. Baca Juga Ramadhan tiba, ajarkan 7 makna puasa ini pada si kecil, yuk! Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

apa saja keutamaan memberi